Fungsi dan Struktur Sel Saraf ( Neuron )


Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu Sel Saraf Sensori, Sel Saraf Motor, dan Sel Saraf Intermediet ( asosiasi ).
  • Fungsi Sel Saraf Sensorik adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung axson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).
  • Fungsi Sel Saraf Motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.
  • Sel Saraf Intermediet disebut juga Sel Saraf Asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya. Kelompok-kelompok serabut saraf, axson dan dendrite bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul saraf.

Neuron ( Sel Saraf )


Sel saraf atau neuron berfungsi mengirimkan pesan (impuls) yang berupa rangsang atau tanggapan. Jutaan sel saraf ini membentuk suatu sistem saraf.Setiap neuron terdiri dari satu badan sel yang di dalamnya terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu Dendrite dan Axson (neurit).

Dendrite berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan Axson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke jaringan lain. Axson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, Dendrite lebih pendek.

Setiap neuron hanya mempunyai satu Axson dan minimal satu Dendrite. Kedua serabut saraf ini berisi plasma sel. Pada bagian luar Axson terdapat lapisan lemak disebut Myelin yang merupakan kumpulan Sel Schwann yang menempel pada Axson. Sel Schwann adalah sel glia yang membentuk selubung lemak di seluruh serabut saraf Myelin. Membran plasma Sel Schwann disebut neurilemma. Fungsi Myelin adalah melindungi Axson dan memberi nutrisi. Bagian dari Axson yang tidak terbungkus Myelin disebut Node of Ranvier, yang berfungsi mempercepat penghantaran impuls.

* Referensi dari Wikipedia

Kesimpulan Anak Cerdas Berbakat


KESIMPULAN DARI ANAK CERDAS YANG BERBAKAT yaitu:
  • Anak cerdas istimewa mempunyai naluri, dorongan dari dalam dirinya untuk mencari ilmu pengetahuan
  • Proses berpikirnya multimodalitas, menyeluruh
  • Terdapat hipersensiifitas dan peningkatan memori
  • Anak cerdas istimewa tidak selalu menunjukan prestasi yang optimal
  • Cara belajarnya visuospasial
  • Harus dikenali adanya penyebab pencapaian yang tidak optimal
  • Penanganan harus dimulai sedini mungkin, melibatkan medis untuk diagnostic, terapis dan guru
  • Cara belajar harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Penanganan Bakat Anak


Penanganan akan keberbakatannya
Karena terdapat peningkatan sensitifitas diotaknya, anak ini cenderung untuk belajar dengan sedikit pengulangan (repetition), dan memerlukan penjelasan yang sedikit dikelas, walau perlu diingat anak ini ada yang kemungkinan sensitive terhadap modalitas tertentu. Pendengaran, penglihatan, dan kinestetik.
Peningkatan sensitifitas juga mengakibatkan anak mudah beralih perhatian, tapi bila ada tugas akan terfokus kembali. Diduga pengalihan perhatian ini merupakan salah satu dari sifat kreatifitasnya. Dan bila hipersensitifitas ini mengganggu proses belajar, harus dievaluasi dan ditangani. Karena terdapat peningkatan daya ingat, anak ini hanya sedikit memerlukan pengulangan, akan datang kekelas dengan membawa pengetahuan dari luar kelas, karena anak ini memperoleh pengetahuan secara tidak langsung ( misalnya dari menguping, melihat, mengobservasi informasi yang didapatnya dari luar pendidikan formal).

Dengan demikian, karena anak ini mampu dengan usaha yang sedikit untuk memperoleh standart pengetahuan dasar, kurikulum yang diberikan tidak dipenuhi dengan berbagai macam informasi, tapi lebih ditekankan pada proses berpikir secara seorang ahli, yaitu apa yang harus mereka lakukan dengan informasi yang telah mereka dapatkan. Jadi lebih ditekankan pada bagaimana mengorganisir dan memproses informasi. Mereka harus mengerti proses alamiah berpikir, mengerti kualitas informasi yang dipunyai dan mengerti bagaimana menggunakan informasi tersebut.

Dengan memahami proses alamiah berpikir, anak akan dibekali dengankemampuan memahami terjadinya daya ingat, proses sensorik, pengorganisasian mental dan pola belajar dan pembekalan tentang pengetahuan organisasi, interpersonal dan strategi pemecahan masalah yang lain. Pelatihan yang demikian akan membawa anak dapat menghadapi masalah spesifik dan proses belajar secara umum yang akan mendatangkan keberhasilan.

Dengan mengerti proses alamiah dari informasi, anak mempunyai kemampuan untuk mengevaluasi kualitas informasi yang diperoleh. Harus diperkenalkan bagaimana sebenarnya ilmu pengetahuan itu didapat dan memvalidasinya.

Dengan memberikan proses pelatihan bagaimana memahami struktur dan kekuatan argumentasi, dan bagaimana pengaruhnya terhadap pengetahuan yang telah kita peroleh, meningkatkan self awareness tentang proses berpikir dan mengemukakan masalah. Proses memperoleh informasi itu sendiri, akan menjadikan mereka pemimpin yang produktif tidak hanya sebagai peninjau, tapi sebagai peserta aktif dalam mencari kemajuan dibidang ilmu pengetahuan.

Penanganan untuk kemungkinan adanya CAPD (Central Auditory Processing Deficit)

Pemeriksaan adanya CAPD dilakukan pada usia 7-12 tahun. Karena bila dilakukan pada usia kurang dari 7 tahun, sangat dipengaruhi oleh berbagai variasi. Setiap hasil penilaian pemeriksaan pada anak cerdas istimewa harus dibandingkan dengan kemampuan usia mental, dan bukan dengan usia chronologisnya, jadi pada anak usia 9 tahun dengan usia kematangan mental berada pada usia 12 tahun.

Pemeriksaan pada usia kurang dari 5 tahun disarankan dilakukan pada anak dengan riwayat radang telingan yang berulang, keterlambatan bicara dan bahasa, ketidak mampuan anak dalam melakukan keterampilan sesuai dengan usia, ketidak mampuan untuk melokalisir arah suara.

Pada CAPD, disarankan untuk melakukan intervensi dini pada saat otak mengalami pematangan dan mudah untuk diperbaiki dengan membentuk jaras baru.

Terhadap kesulitan belajar

Kemampuan dasar seorang anak dari segi edukasi adalah mengingat abjad, belajar bunyi abjad, berhitung, melakukan proses berhitung, dan menulis. Dari segi neurologi, keterampilan dasar anak adalah membedakan bunyi, persepsi bicara dalam keadaan yang ribut, persepsi visual, kemampuan sensori motor, kemampuan mengingat dan berbahasa, kemampuan untuk memperhatikan,motivasi, mengontrol impulsive.

Normalnya kemampuan ini akan berkembang dengan adanya interaksi terhadap orang tua, saudara atau anak sebaya. Tapi pada anak dengan gangguan input sensorik atau hubungan fungsi integrasi, aktifitas rutin tidak cukup untuk merangsang terjadinya perkembangan yang optimal.

Cara pembelajarannya


Menciptakan lingkungan pendidikan yang sesuai sedini mungkin akan menstimulasi keinginan belajar anak. Seorang anak yang penuh keingintahuan akan hilang minatnya bila penempatan kelas dan pendekatan guru tidak sesuai, misalnya pemberian tugas yang terlalu mudah atau terlalu sulit. Kemampuan anak untuk mengenali dan menyelesaikan masalah dengan beragam cara, tidak akan cocok dengan program pendidikan untuk anak berbakat yang tradisional atau tuntutan pada kelas spesifik dimana penentuan keberbakatan anak berdasarkan nilai prestasinya (Bainbridge).

Model pembelajaran pada anak akan mempengaruhi pencapaian/prestasi akademik.
Anak berbakat yang pencapaiannya tidak optimal, terjadi karena kemampuan visuo spasial-nya tinggi, tapi perkembangan kemampuan sequencin (berurutan) kurang, sehingga mengalami kesulitan dalam hal fonic, mengeja, bahasa asing dan matematika. Hal ini dapat diatasi dengan memberikan cara pengajaran dan lingkungan yang lebih sesuai, tidak penuh tekanan, tidak penuh penuh kompetisi.

Menurut Whitmore (1980), terdapat 3 strategi untuk menangani anak berbakat dan anak dengan pencapaian yang tidak optimal yaitu:

• Strategi suportif, yaitu dengan menciptakan tehnik dan design kelas yang menimbulkan perasaan bahwa anak adalah anggota keluarga dari kelas tersebut, termasuk metode untuk mendiskusikan masalah anak, design kurikulum yang berdasarkan kebutuhan dan minat anak, dan memberi kesempatan anak untuk mengumpulkan tugas tentang materi yang sudah dikuasainya.
• Strategi intrinsic. Anak cerdas istimewa selalu mempunyai keinginan untuk belajar untuk meningkatkan potensi akademiknya. Suasana kelas harus mengundang dan memberi kesempatan anak untuk menunjukan usahanya. Guru tidak hanya menilai dari kesuksesan anak, tapi juga melihat usaha yang dilakukan anak,memberi kesempatan murid untuk melakukan evaluasi hasil pekerjaan sendiri, sebelum memberi nilai.
• Strategi remedial. Guru harus menyadari bahwa anak dengan prestasi yang tidak optimal bukanlah anak yang sempurna, setiap anak mempunyai kekuatan dan kelemahan dalam hal kebutuhan sosial, emosional dan intelektual. Dengan strategi remedial anak diberi kesempatan untuk meningkatkan kekuatan dan minatnya dan kesempatan ini juga akan meningkatkan daerah spesifik kesulitan belajarnya.

Hal ini akan bermanfaat bila ada minat dari anak dan dipilih guru yang sesuai (mengerti minat dan pola belajar anak), dengan strategi pembelajaran tambahan yagbertujuan untuk membantu anak. Ini akan berhasil untuk anak dengan kesulitan akademik jangka pendek, tapi tidak untuk kelompok dengan underachiever yag sudah lama.

Penanganan yang tidak tepat akan lebih memperburuk keadaan anak.

CIRI-CIRI BAKAT BAWAAN ANAK CERDAS ISTIMEWA



Bakat kognitif
adalah sangat memperhatikan, penuh keingin tahuan, sangat tertarik, atensinya panjang, kemampuan untuk mengetahui alasan (reasoning) sangat baik, perkembangan tentang abstraksi, konseptual dan sintemasis baik, dengan mudah dan cepat dapat melihat adanya hubungan antara ide, objek dan fakta, proses berpikirnya cepat dan fleksibel. Kemampuan untuk menyelesaikan masalah (problem solving) nya sangat baik, belajarnya cepat, dengan sedikit praktek dan pengulangan.

Bakat sosial dan emosional yaitu tertarik dengan hal-hal philosofi dan sosial, sangat sensitive dan emosional, sangat memperhatikan kejujuran dan keadilan, perfeksionis, energic, rasa humornya berkembang baik, umumnya termotivasi dari dalam dirinya sendiri, hubungan baik dengan orangtua, guru dan orang dewasa lain.

Bakat bahasa perbendaharaan katanya sangat banyak, dapat membaca pada usia sangat dini, membacanya cepat dan sangat luas, sering bertanya tentang “bagaimana kalau”.

Bakat yang lain : senang mempelajari sesuatu yang baru, menyenangi aktifitas intelektual, malakukan permainan intelektual, lebih memilih buku bacaan untuk anak yang lebih besar, skeptis, kritis dan penuh evaluative, perkembangannya asinkron (Bainbridge).

Menurut Bainbridge, anak berbakat sudah dapat terlihat sejak masak kanak, dimana anak menunjukan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Pada usia dini tidak nyaman menghadapi hal yang sama (rutin) dengan waktu yang lama;
    Sangat siaga (alert)
  • Tidurnya sedikit
  • Tahapan tumbuh kembang untuk berjalan dan mengucapkan satu kata lebih cepat dibanding anak seusinya
  • Dapat ditemukan keterlambatan bicara, tapi kemudian bicara dengan kalimat penuh
  • Mempunyai keinginan kuat untuk eksplorasi, investigasi, lingkungan
  • Sangat aktif dan bertujuan
  • Dapat membedakan antara fantasi dan realitas.

PROSES BELAJAR PADA ANAK CERDAS ISTIMEWA

A. Dengan ditemukannya MRI kepala fungsional dapat diketahui bagaimana proses berpikir pada anak cerdas istimewa.

Aktifitas otak yang ditimbulkannya menyeluruh, terencana dan kompeks dan memerlukan koordinasi yang beragam dari visual (penglihatan), spatial (ruang), verbal (tutur kata) dan daerah sensorik diotak. Jadi merupakan pengorganisir yang baik dari informasi multimodal (beragam). Jarang yang hanya berpikir dengan satu jenis rangsangan. Sehingga pada anak in diperlukan aspek edukasi yang terorganisir.

Pada anak ini juga terdapat peningkatan aktifasi sensorik dan kesiagaan. Pada dasarnya otak anak cerdas istimewa adalah hipersensitif, dan akan bertambah dengan latihan. Hal ini bukan hanya terjadi saat pemahaman awal, tapi juga saat melakukan pengumpulan kembali (rekoleksi). Karena impresi pemahaman awal berhubungan dengan proses pengumpulan impresi berikutnya maka, otak anak ini juga ditandai dengan adanya peningkatan efisiensi dan kapasitas memori.

Daya ingat tersebut tidak hanya untuk sesuatu yang jelas dan enduring memory, tapi juga ditandai dengan multimodal, melibatkan beberapa daerah memori misalnya asosiasi personal, modalitas sensorik yang beragam misalnya warna, suara, bau, gambar visual, verbal dan impresi yang dialami. Multimodalitas ini menunjukan pada anak cerdas istimewa akan membuat hubungan2 saraf yang tidak biasanya terjadi. Seringkali mereka mempunyai kemampuan special untuk berpikir secara asosiasi/menghubungkan (termasuk analogy dan metafora), dalam analisa dan keterampilan yang terorganisir.

Dengan adanya karakteristik otak yang special tersebut, anak cerdas istimewa menyenangi sensasi yang jelas, ingatan yang tidak biasa (extraordinary), senang mempelajari ilmu pengetahuan, mengadakan asosiasi yang beragam, kemampuan analitiknya lebih besar. Tapi karakteristik ini dapat menimbulkan efek lain yaitu kebenyakan input sensorik, emosional dan memori, hipersensitivitas sensorik,disorganisasi personal, cepat teralih dengan rangsang sensorik, proses yang terlambat karena banyaknya pilihan (option) dan kelelahan mental.

Untuk menjaga keseimbangan tersebut diperlukan kerjasama antara otak bagian depan kanan dan kiri, dimana otak kiri berfungsi sebagai pusat perencana gerak (menentukan tujuan prioritas, cara bekerja secara detail, strategi yang digunakan) dan otak kanan sebagai pusat kreatifitas (mengkombinasikan ide, sensasi, imaginasi, membuat pendekatan alternative).

Kunci untuk dapat berpikir secara optimal adalah dengan mempertahankan komunikasi yang produktif dan kerjasama antara kedua otak. Keterampilanyang kelihatannya analitik, misalnya matematika, ternyata juga memerlukan imajinasi, berpikir asosiasi; sementara itu keterampilan yang tampaknya abstrak dan kreatif memerlukan perencanaan yang detail (Eide).

B. Beberapa anak berbakat, belajar secara efektif melalui proses non-auditory (bukan dengan proses pendengaran).

Karena anak ini sulit untuk belajar secara efektif dalam ruang kelas tradisional, sehingga penampilannya berada dibawah anak seusianya. Walaupun demikian, dengan sifat keberbakatannya, secara intrinsic mereka menyadari kekurangannya dalam pencapaian prestasi. Mereka mogok sekolah dan seringkali menjadi perusak dikelas atau dirumah menunjukan karakteristik anak berbakat dengan kesulitan belajar. Frustasi, konflik dari dalam, rasa bosan, sulit menemukan teman bermain yang sesuai, kepercayaan diri kurang (Pittelkow).

Anak ini disebut mengalami deficit proses pendengaran sentral (Central Auditory Processing Deficit, CAPD). Proses pendengaran sentral adalah keadaan dimana anak mengerjakan sesuai dengan suara yang didengar. Untuk itu anak harus mempunyai kemampuan untuk mendengar suara secara normal. Jadi harus dilakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa pendengarannya normal (Pittelkow).

Untuk suatu proses pendengaran sentral yang baik dibutuhkan:

  • Kemampuan untuk melokalisir dan menentukan arah suara
  • Diskriminasi auditory, yaitu kemampuan untuk mengenal perbedaan antara beberapa suara yang berbeda
  • Pengenalan pola auditory, yaitu kemampuan untuk mengenal pola suara misalnya silabel dan kata dengan multi silabel
  • Pendengaran berdasarkan pola waktu: yaitu kemampuan untuk mengenali serangkaian suara secara berurutan berdasarkan waktu
  • Kemampuan auditory untuk mengenali signal akustik yang bergradasi, misalnya bicaranya lembut, volume rendah
  • Kemampuan auditory untuk mengenali kompetisi signal akustik yaitu kemampuan untuk mendengar seseorang bicara ditempat keramaian.

Anak dengan CAPD akan menunjukan gejala ketidak ikut sertaan dalam diskusi dikelas atau minder, kelihatan menarik diri, seolah tak mendengar, tidak memperhatikan dikelas dan mempunyai kesulitan dalam memusatkan perhatian terhadap presentasi yang memerlukan pendengaran, cepat teralih, bekerja baik dikelas yang terorganisir baik, kesulitan dalam mengikuti suruhan verbal yang kompleksdan melokalisir suara (Pittelkow).

Pada pemeriksaan dapat ditemukan adanya nilai kemampuan IQ verbal yang lebih rendah disbanding performance, kemampuan membaca dan mengejanya buruk, kurang trampil dalam hal motorik kasar dan halus, kemampuan menyanyi dan bermain music buruk, ada riwayat sakit telinga tengah, kemungkinan ada riwayat yang sama pada anggota keluarga (Pittelkow)

Karena pada anak berbakat (cerdas istimewa) biasanya terbentuk strategi belajar sendiri atau menggunakan pengetahuan yang sudah ada untuk menutupi kekurangannya, mereka tidak selalu menunjukan gejala tipikal CAPD. Kekurangan tersebut baru terlihat bila mereka harus berhadapan dengan situasi yang baru, dimana belum terbentuk strategi alternative.

Didalam kelas, anak cerdas istimewa yang mengalami CAPD hampir selalu menggunakan visual clues (patokan-patokan visual) untuk menyelesaikan tugas. Seringkali mereka sudah mengerti apa yang diterangkan guru, karena mereka telah belajar sendiri dirumah menggunakan computer, televise atau buku bacaan, sehingga mereka dapat mengikuti pelajaran dikelas. Dia dapat menebak apa yang diinginkan guru dari apa yang didengar dan yang dilihat. Atau sebaliknya anak tidak berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan atau disruptif. (Pittelkow).

C. Cara belajar anak berbakat adalah melalui proses penglihatan (visual learner), proses berpikirnya berupa gambar dan memerlukan waktu yang lebih banyak untuk menerjemahkan gambar menjadi kata kata (Silverman 2002). Dapat disertai dengan adanya kelemahan dalam proses berurutan (sequential), pemanggilan kata, dan kesulitan dalam pekerjaan yang memerlukan keberuntunan misalnya membaca, mengeja, berhitung, menulis, mengorganisir (Silverman 2002).


Dapat membaca pada usia dini dan berpikir secara abstrak.







Mereka melihat secara 3 dimensi, sehingga dapat melihat objek dari berbagai perspektif. Mereka unggul dalam hal puzzles, membaca peta, konstruksi, seni, ilmu pengetahuan, music, mesin, computer, pemecahan masalah, kreatifitas dan empati. Kemampuan ini sesuai dengan jaman tehnologi, dan akan meningkatkan kesempatan bekerja pada usia dewasa. Tapi mereka tidak sesuai dengan tuntutan disekolah yang pola pengajarannya terfokus pada kemampuan otak kiri, keterampilan yang berurutan. Walau sudah ada perubahan dengan pola pengajaran disekolah, anak dengan pola pembelajaran visual tetap kurang berprestasi (Silvester 2002).

Terdapat beberapa penyebab mengapa anak berbakat tidak optimal berprestasi yaitu disfungsi integrasi sensorimotor, gangguan dalam memproses pendengaran sentral, kesulitan memproses visual, gangguan atensi (perhatian) dan hiperaktif, disleksia. Kebanyakan kelainan ini berpengaruh terhadap otak kanan, proses berurutan, dan meningkatkan kesempatan anak untuk menjadi otak kanan, dengan proses pembelajaran visual (Silvester 2002).

Dapat pula pada anak tersebut terdapat gangguan dengar yang terjadi pada usia 1 tahun, atau kesulitan pada saat dilahirkan sehingga akan mempengaruhi perencanaan gerak motorik halus, yang dibutuhkan untuk kelancaran gerak, kecepatan dan kenyamanan pada saat menulis (Silvester 2002); ini dapat diatasi dengan memberi kesempatan pada anak untuk menulis dengan menggunakan keyboard.

Sering kali ditemukan adanya keterlambatan motorik yang terjadi pada usia dini. Hal ini harus dikenali karena harus dikoreksi sebelum usia 8 tahun, dimana ini periode emas untuk memperbaiki disfungsi sensori motor. Sering kali karena melihat adanya keunggulan pada area kemampuan yang lain, guru dan dokter anak bersikap menunggu dan mengharapkan keterlambatan motorik tersebut akan membaik dan dapat mengejar keterlambatannya (Silvester 2002). Jadi harus dilihat adanya gerakan yang canggung, mengganti ganti tangan pada saat beraktifitas, tidak mampu menggerakan tangan menyilang garis tengah, kesulitan dalam menulis dan menggambar (Silvester 2002).

Infeksi telinga yang berulang akan berefek pada pendengaran frekuensi tinggi, yang berperan dalam mengatur proses bicara dan motorik halus untuk keberuntunan pada saat menulis. Frekuensi yang tinggi ini diproses di otak kiri, sedangkan frekuensi rendah diproses di otak kanan, sehingga adanya gangguan yang terjadi pada periode kritis belajar menyebabkan otak kiri kurang dirangsang dan kurang berkembang.

Frekuensi tinggi ini berperan pada proses berurutan dan bahasa, itulah sebabnya gangguan disini akan menyebabkan kesulitan dalam menulis. Itulah sebabnya anak dengan visual learner tidak suka menulis (Silvester 2002). Doreen Kimura (1993) menemukan bahwa fungsi otak kiri juga banyak berhubungan dengan gerakan tertentu dari tangan dan dalam mengontrol otot mulut dan tangan. Pada perkembangan berikutnya dengan berkembangnya kemampuan manipulasi ketangkasan tangan, ini merupakan dasar yang berguna untuk membangun sistim komunikasi, pertama tama dengan gesture (gerakan tubuh) dan menggunakan tangan kanan, kemudian menggunakan otot-otot untuk bicara (vocal), dengan demikian otak kiri ini berperan mengontrol sistim motorik yang berhubungan dengan ekspresi linguistic (bahasa) baik itu bicara maupun menulis (Springer & Deutch 1998).

Pada visual spasial learner, tangan kanan yang banyak digunakan untuk menulis yang diatur oleh otak kiri lebih lemah dibanding otak kanan yang mengatur hal yang tidak berurutan (non sekuensial).
Pada anak yang sangat berbakat, pengaruh bahasa dan bicara tidak begitu terlihat karena ia dapat menggunakan sebab-sebab yang abstrak untuk menebak kata yang tidak jelas didengarnya. Tapi karena hanya sedikit korelasi antara kepandaian umum dan menulis tangan atau mengeja, kemampuan abstraksi ini tidak banyak menolong. Sehingga anak berbakat yang sering mendapat infeksi telinga pada usia 1 tahun, perkembangan bahasanya sering tepat waktu, tapi mengalami kesulitan dalam melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan menulis (Silvester 2002).

Proses menulis itu sendiri terdiri dari beberapa kemampuan yang saling berhubungan yaitu; memformulasikan gagasan, merubah gagasan menjadi sekumpulan kata, membuat menarik, menggunakan bahasa untuk mengekspresikan gagasan, membuat pikirannya cukup komunikatif dengan pembaca, ejaan, tata bahasa, pemisahan antar kata, penempatan huruf besar, pemilihan kata yang tepat, struktur kalimat, menulis (Silvester 2002).

Untuk visual learner hanya memformulasikan gagasan yang mudah dilakukannya, gagasan-nya cemerlang, sesuatu yang baru, ceritera yang menarik, memecahkan masalah. Tapi mengalami kesulitan dalam melakukan proses menulis yang selanjutnya, mereka kesulitan untuk merubah gagasan menjadi kata, tidak mau menulis, sehingga gagasan-nya yang banyak dan cemerlang tetap tertahan tidak tersekspresikan (Silvester 2002).Mengorganisir pikiran kedalam bentuk yang komunikatif juga merupakan suatu proses yang berurutan.

Gambar adalah suatu kesatuan yang utuh, dan bukan suatu yang berurutan. Pada visual learner seluruh gagasan sama pentingnya dan seluruh detail pada gambar adalah saling berhubungan, jadi sulit untuk mengekspresikan gagasan-nya. Selain itu harus juga diperhatikan ejaan, tata bahasa, penggunaan kata, struktur kalimat, pemisahan kata, huruf besar, yang kesemua ini tidak ada hubungannya dengan gambar. Selain itu juga harus menulis tangan, yang sulit dikerjakan walaupun anak dapat menggambar detail dengan baik, karena gerakan motorik halus yang berurutan untuk menulis tidak dapat dikerjakan secara otomatis dan digunakan sebagai alat untuk belajar dan berekspresi (Silvester 2002).

Menulisnya buruk, ada yang menyebutnya disgrafia/ gangguan menulis (pedagogi), disfungsi integrasi sensori motor (okupasi terapi), gangguan visual motor, gangguan perkembangan koordinasi (psikolog), gangguan menulis. Ini bisa diatasi dengan menggunakan keyboard dan memperkenalkan computer sedini mungkin, dengan demikian akan merangsang kedua belahan otak (otak kanan & otak kiri) dan akan mengurangi kelemahan yang terjadi pada otak kiri.

Pembatasan waktu yang diberikan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan akan membuat visual learner panic dan tidak dapat berpikir. Mereka tidak dapat megeluarkan pengetahuannya dan tidak dapat menemukan kata-kata. Mereka membutuhkan lingkungan belajar yang lebih nyaman, tidak ada tekanan.

Pada anak yang banyak diam saat ulangan, kelihatannya berpikir lambat, selalu terahir dalam menyelesaikan tugas menulis, tulisannya lambat dan jelek, anak tersebut harus dirujuk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada anak yang kelihatannya memproses sesuatu dengan lambat akan memerlukan lingkungan kelas yang tidak ada pembatasan waktu saat ulangan, perlu waktu yang lebih banyak untuk menyelesaikan pekerjaan dikelas, diijinkan mengerjakan pekerjaan dengan menggunakan keyboard, diijinkan menyelesaikan pekerjaan dirumah.

Adaptasi tersebut akan bermanfaat untuk membuka jalan bagi anak untuk meningkatkan penerimaam dan melanjutkan ketingkat berikutnya (Silvester 2002).

Optimalisasi Kinerja Otak


DALAM PROSES PEMBELAJARAN SISWA CERDAS ISTIMEWA

Gifted (cerdas istimewa) saat ini makin banyak kita dengar dan ada anggapan bahwa anak ini mempunyai prestasi yang hebat. Sering pula kita mendengar ajakan agar menstimulasi otak anak supaya menjadi cerdas seperti anak cerdas istimewa (van Tiel). Secara konvensional, anak berbakat / cerdas istimewa adalah anak yang mempunyai IQ tinggi dan prestasi menonjol disekolah. Jarang ada yang menjelaskan dari sisi sulitnya, tumbuh kembangnya dan personalitas anak tersebut.

Keberbakatan (giftesness) adalah suatu potensi bawaan yang disetiap orang mempunyai bentuk yang berbeda satu dengan lainnya. Umumnya mempunyai potensi kuat diberbagai bidang (van Tiel). Anak ini mempunyai dorongan dari dalam dirinya untuk selalu mencari tahu.
Prestasi belajarnya tidak selalu optimal, bahkan sering kali bermasalah, hal ini disebabkan adanya kesulitan yang terselubung (Silverman 2002).

Cara belajar anak berbakat (cerdas istimewa) adalah melalui proses penglihatan (visual learner), proses berpikirnya berupa gambar. Memerlukan waktu yang lebih lama untuk menterjemahkan gambar menjadi kata (Silverman 2002).

Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana proses pembelajaran pada anak cerdas istimewa dilihat dari aspek neurologis.

DEFINISI
Banyak kepustakaan yang mendifinisikan tentang ‘Gifted’ (berbakat), akan tetapi hal ini akan sangat membingungkan. Terkadang orangtua, guru dan konselor menjadi sulit berkomunikasi, karena masing-masing dengan definisi yang berbeda.

Keberbakatan yang berdasarkan sekolah biasanya melihat kemampuan relative. Anak diidentifikasikan berdasarkan penampilannya membandingkan dengan teman sekelasnya. Anak dengan ranking 5-10% ditingkat atas memerlukan kurikulum yang lebih menantang dibandingkan dengan kurikulum regular. Definisi keberbakatan secara ini akan membingungkan orangtua, karena anak yang berbakat, ternyata disekolah lain dinyatakan tidak berbakat.

Hollingworth mendefinisikan keberbakatan sebagai potensi anak yang harus digali sehingga saat dewasa akan lebih berkembang.

Linda Silverman menambahkan bahwa pada anak berbakat didapatkan perkembangan yang tidak sinkron. Jadi tidak hanya IQ dan kemampuan, tapi juga emosi dan hipersensitifitas.

Perkembangan yang tidak sinkron dimaksud adalah perkembangan intelektual, fisik dan emosi tidak berjalan dengan kecepatan yang sama. Kemampuan intelektual selalu berkembang lebih cepat.

Dengan adanya perkembangan yang tidak sinkron ini diperlukan modifikasi dalam hal pengasuhan baik oleh orangtua, guru maupun konselor agar anak dapat berkembang optimal.

KLASIFIKASI

Keberbakatan sangatlah kompleks, bukan hanya ditentukan oleh Nilai IQ-nya saja, akan tetapi merupakan faktor multidimensi dan dinamis (van Tiel).

Carpenter (2001) & Lyth (2003), Membagi anak berbakat atas: (I). Ringan (mild) IQ = 115-129; (II). Sedang (moderate) IQ = 130-144; (III). Tinggi (high) IQ = 145-159; (IV). Kekecualian (exceptional ) IQ = 160-179; (V). Amat sangat (Profound) IQ = 180 +.

IQ normal berkisar antara 85-115, dengan normal absolute 100. Makin besar jaraknya dari nilai normal, makin membutuhkan modifikasi sarana pendidikan.

Terdapat 3 kelompok anak berbakat:

  • Berbakat global : yaitu anak berbakat pada semua atau hampir semua area; biasanya matematika dan verbal;
  • Berbakat matematika : anak dengan kemampuan matematika yang tinggi. Anak ini akan baik dibidang spasial, sebab2 nonverbal, daya ingat;
  • Berbakat verbal : yaitu anak dengan kemampuan bahasa yang kuat. Anak ini mampu berbahasa yang lebih bila dibandingkan dengan anak seusianya. Penampilan verbalnya lebih baik.

Umumnya pada anak berbakat, prestasi belajarnya juga tinggi. Tapi dapat pula ditemukan anak berbakat yang prestasinyanya tidak optimal bahkan sering kali bermasalah. Prestasi yang kurang ini sering dianggap karena faktor motivasi dan psikologis. Anak sering dianggap malas dan tidak bersungguh sungguh, dan sering kali orangtua disalahkan karena tidak menerapkan disiplin. Banyak penelitian menyebutkan, diantara anak berbakat tidak berprestasi karena mengalami kesulitan yang terselubung (Silverman 2002).

Anak berbakat dapat pula mengalami gangguan belajar. Kelompok ini dibagi atas 3 subgroups yaitu:

  • Anak telah teridentifikasi sebagai berbakat tapi kesulitan disekolah. Anak ini pencapaiannya dibawah kemampuannya, kadang adanya kesulitan belajar tidak terdiagnosa, sampai sekolah memberikan tambahan stimulus, sehingga kesulitan dibidang akademik terlihat dia berada dibawah kemampuan seusianya
  • Anak dengan kesulitan belajar yang berat, sehingga adanya kemampuan bakat tidak pernah dikenali. Baum 1985 menemukan 33% anak dengan kesulitan belajar mempunyai kemampuan intelektual yang superior. Anak2 ini tidak pernah mendapatkan program untuk anak berbakat;
  • Anak dengan kemampuan dan kesulitan belajar yang saling menutupi secara tumpang tindih. Anak ini berada dikelas regular, dan kemampuannya pada tingkat rata-rata (Brody 1997).

Anak berbakat, walau dengan atau tanpa berada dikelas akselerasi, tetapi mempunyai potensi untuk berkembang. Mereka termotivasi secara internal. Dengan adanya minat /ketertarikan dan kesempatan, anak akan termotivasi. Jadi bila anak tertarik akan sesuatu dan terdapat kesempatan atau tantangan yang sesuai, maka dia akan dapat berprestasi (Brody 1997).

oleh : dr Siti Aminah Soepalarto, SpS(K)
Bagian/SMF Ilmu Penyakit Saraf, Subdivisi Saraf Anak RSHS/FK UNPAD Bandung

REVOLUSI IQ/EQ/SQ ANTARA NEUROSAINS DAN AL QURAN

PARADIKMA BRAIN ANTARA NEUROSAINS DAN AL QURAN


Kita sering mengatakan dan mendengar bahwa manusia adalah mahluk yang paling sempurna di dunia ini, apakah kita tau dimana letak kesempurnan dari manusia itu sendiri?. Pertanyaan riangan ini belum tentu semua manusia dapat menjawab dan menjelaskannya. Ketika manusia sudah mulai berfikir tentang exsistensinya maka muncullah teori – teori tentang kesempurnan manusia, salah satunya pembahasan tentang otak manusia baik secara organ maupun non organ. Munculah teori tentang IQ (Intelegence Quotient) yang di perkenalkan oleh William Stern, pendapat ini dibantah oleh Daniel Goleman yang nyatakan IQ hanya menyumbangkan 5-10% saja dari kecerdasan manusia kemudian diperkenalkanlah konsep baru EI (Emosional Intelegences), Howard Gardner memperkenalkan Teori MI (Multiple Integence) yang menggabungkan antara IQ, EQ dan SQ dan masih banyak lagi konsep – konsep tentang otka manusia. Dalam teori MI disebutkan ada tujuh jenis kecerdasan yang harus dimiliki sebagai kunci sikses : linguistik (berbicara), Matermatik, spasial (pengenalan ruang), Kinestetik(gerak tubuh), musik, people smart (antar pribadi), self smart ( interpribadi), natural, eksistensia, dan spiritual dimana setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda – beda.

Di Indonesia otak masih menjadi raksasa tidur yang belum di kelola secara matang. Secara kodrati manusia di berikan nafsu, akal (nous), nurani yang kesemuanya itu terinclude dalam Intelegen, emosional dan spiritual. Yang sekarang masih umum di kembangkan di Indonesia adalah Iqnya saja terlihat dari metode – metode pendidikan ang berlangsung di negara kita ini, yang mnjadi parameter kecerdasan adalah yang pandai matematika dan bahasa bagai mana dengan yang pandai musik, olahraga,linguistik yang belum ada penilaianya. Manusia jauh lebih canggih dari sebuah komputer pentium 4 yang tercanggih saat ini. Otak manusia adalah alam semesta mini karena di dalam otak terdapat lapisan – lapisan yang terus berkembang dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman (interkoneksi antar sel syaraf (10 – 15 miliar neuron) dalam otak).

Otak tersusun dari kumpulan neuron, dimana neuron merupakan sel saraf panjang seperti kawat yang mengantarkan pesan-pesan listrik lewat sistem saraf dan otak. Sel-sel pada suatu daerah otak menghubungi bagian-bagian tubuh yang lain secara kontinyu dan otomatis. Neuron ini mengirimkan sinyal dengan menyebar secara terencana, semburan listrik terhentak-hentak yang membentuk bunyi yang jelas (kertak-kertuk) yang timbul dari gelombang kegiatan neuron yang terkoordinasi, dimana gelombang itu sebenarnya sedang mengubah bentuk otak dan membentuk sirkuit otak menjadi pola-pola yang lama kelamaan akan menyebabkan bayi yang lahir nanti mampu menangkap suara, sentuhan, dan gerakan Secara global otak manusia dapat dibagi menjadi tiga bagian besar yaitu :

* Proencephalon (forebrain,otak depan)
Dalam otak depan ini ada dua bagian penting yaitu cerebrum (otak besar) yang dua belahan besar yang disebut hemisfer kanan (musik, kinestetik, spasial, fantasi) dan kiri (linguistik, matematika, sain, menulis, logika) diluar hemisfer ada bonghan –bongkahan (lobus) yang saling membagi yang menyokong kulit otak yaitu lobus frontal yang (dahi) yang berfikir , mengonsep dan merencanakan, lobus temporal(seputar telinga) yang bertanggung jawab terhadap persepsi suara dan bunyi, lobus pariental (puncak kepala) kegiatan berfikir terutama mengatur memori bekerjasama dengan lobus occipical (dibelakang kepala) yang mengatur kerja pengelihatan.

* Mesencephalon (midbrain,otak tengah)

* Rhombecephalon (hinbrain,otak belakang)


Dalam Al Quran otak manusia juga menjadi bahasan yang penting akan tetapi bahasa Al Quran yang universal yang harus ditelaah lebih dalam. Dalam surat Al Anfal (8) ayat 22 : ”Sesungguhnya, seburuk – buruknya mahluk melata disisi Allah ialah mereka yang tuli dan bisu, yang tidak menggunakan akal” berdasarkan ayat di atas ini dapat kita tafsirkan secara singkat bahwa kerja dan fungsi akal saja yang membedakan manusia dengan binatang, dan manusia dengan manusia. Menurut Yusuf Qardhawi, penyebutan dalam bentuk istifham inkari (pertanyaan retoris) seperti ’afala ta’qilun adalah hal menonjol dalam Al Quran yang bermaksud memberi motivasi, semangat dan dorongan kepada manusia untuk menggunkan akalnya. Semua kata diatas emberi penekanan pada esensi pikiran yang pasti melibatkan organ otak. Inventarisasi ayat – ayat Al Quran yang memakai kata – kata akal dapat kita klasifikasikan dalam tiga bagian :
1. Teologi yang bersangkut pada keimanan (fungsi spitual/ Qolbu)
2. Kosmologi yang menyangkut pemahaman dan keberadaan alam semesta baik mikro
maupun makro (fungsi akal yang berfikir/ otak)
3. Moralitas yang menyangkut etika pribadi dan etika social (nafsu)

Dalam hadist dikatakan bahwa “dalam diri manusia ada segumpal daging, bila daging itu baik maka baiklah manusia itu, jika daging itu jelek maka jeleklah manusia itu”. Kata segumpal daging disini adalah kata benda bukan sesuatu yang abstak maka segumpal daging bukan qolbu yang selama ini kita pahami melainkan otak. Karena
1. Otak manusia seperti yang sudah disebutkan diatas memiliki tiga fungsi yaitu rasional logis,
emosional intuitif, dan spiritual.
2. Kita pandang akal secara fungsional berfungsi untuk menelaah, mengerti, mengambil
pelajaran dari fenomena yang ada, fungsi moral yang membedakan baik dan buruk.

Dalam daerah pelipis (regio temporalis) dan daerah dahi (regio frontalis) dalam otak manusia berfungsi membedakan baik dan buruk. Umat Islam percaya bahwa didalam dirinya ada ruh Tuhan yang dihembuskan disetiap diri manusia untuk menyempurnakannya. Jadi memang secara lahiriah setiap manusia pasti merasakan akan kehadiran Tuhan yang menyebabkan banyak filsuf yang mencari keberaan Tuhannya seperti Friedrich Wilhem Nietzshe, Max Plack, Charles Darwin, Al – kindi, Ibnu Rusyd, Nabi Musa, Al Hallaj, Syeh Siti Jenar, dan masih banyak lagi walaupun hasilnya tidak sama.
Menurut Al Farraby yang membagi akal menjadi sepuluh bagian dalam istilah – istilah kosmologi, otak manusia mempunyai potensi untuk bertemu dengan Tuhan dengan memaksimalkan fungsi otak secara keseluruhan membawa akal menjadi akal aktif mencapai pada tingkal akal kesepuluh yang dapat kontak dengan jibril. Karena akal kesepuluh inilah yang merupakan pikiran Tuhan yang tercurahkan dalam ciptaan Nya.

Dalam neurosains Ada 4 tingkat kesadaran manusia, yaitu:

1. Tingkat Delta, tingkat tidur nyenyak, frequensi otak sekitar 0,5–3,5 Hz . Tingkat paling mudah disugesti, pada tingkat inilah cuci otak dapat dilakukan.

2. Tingkat Theta pada saat dia tidur dan bermimpi, dimana frequensi otak sekitar 3,5-7 Hz. Banyak terapi hipnotis dilakukan pada tingkat ini. Pada kondisi ini otak bekerja secara baik dan jernih. Meditasi adalah salah satu sarana untuk menciptakan kondisi tersebut, dalam islam sholat yang kita lakukan sehari – hari membantu untum membiasakan otak tuk mencapai tingkat ini untuk melahirkan ide – ide kreatif dan mencari jawaban yang buntu.

3. Tingkat Alpha, tingkat bawah sadar dimana frequensi otak mencapai antara 7-13 Hz. Tingkat keadaan bermimpi, imajinasi sangat tinggi melampaui batas2 rasional. Pada tingkat ini otak dalam kondisi paling kreatif, pada tingkat inilah anda dapat menyadap dan bergabung dengan energi / getaran yang ada di alam semesta.

4. Tingkat Beta, tingkat terjaga atau sadar penuh, disinilah pemikiran dua rasional akan bekerja secara maksimal. Pada tingkat ini frequensi otak bekerja sekitar 14-21 Hz.

Selain emat tingkat kesadaran yang diatas ada juga tingkat kesadaran yang mirip dengan akal kesepuluhnya Al Farabi yang disebut potensi spiritual dan hardware of God yang bermula dari Osilasi 40 Hz Denis Pare dan Rudolfo Llinas yang dikembangkan dalam SQ nya Danah Zohar dan Ramachandran yang menemukan God Spot yang bertempat di lokus temporal. Oleh karena itu dia berani mengatakan tuhan bertempat yang bersinggahsana dalam lokus temporal.


Oleh : Abdul Rosyid

Disampaikan pada Bedah Buku IMM Rayon “Curosita” Elektro Koms. “Aufklarung” Teknik UMM-pada tanggal 23 Desember 2005 di Masjid AR Fahrudin Lt.3 UMM – Malang.

thanks to ochidbatavia

BRAIN POWER


Manusia dibekali enam intelegensi untuk menjalani hidup ini antara lain :
  1. Intelegensi Verbal
  2. Intelegensi Visual
  3. Intelegensi Logis
  4. Intelegensi Kreatif
  5. Intelegensi Fisik
  6. Intelegensi Emosional
Setiap intelegensi memiliki kemampuan masing-masing. Apabila kita bisa melatih dan menggabungkan semuanya maka kepintaran kita akan bertambah menjadi 500 persen dari biasanya. Intelegensi verbal memiliki kekuatan dalam pengolahan kata sehingga sistem yang berlaku adalah :
  • mengingat
  • memahami
  • memikirkan
  • mengucapkan
  • membaca
  • menulis
Cara meningkatkannya dengan cara :
1. Latihan power phrase ( kata-kata pendek namun pengaruhnya maksimal contoh: bukan basa basi).
2. Latihan Power Speaking( bicara secara normal, jadi diri sendiri,menunjukan latar belakang berbicara,mempertahankan apa yang anda ketahui, mengakuinya jika tidak tahu, menunjukan minat.
3. Latihan Power Listening (meluangkan waktu untuk mendengar,memperhatikan, melihat orang yang sedang bicara )
4.Latihan power reading (tidak menunjuk kata-kata dalam buku yang sedang dibaca,tidak mengucapkan kata-kata ketika sedang baca dan tidak mengulang halaman sebelumnya) lakukan berulang-ulang.

Intelegensi Visual yaitu sistem otak yang memproses, menyimpan semua gambar yang nyata maupun khayalan.Latihan peningkatannya dengan:
1. Power seeing (mengambil gambar,mengembangkan gambar,memperhatikan pola,perhatikan bangunan, desain, cara orang bertindak, pola solusi).
2. Power Imagery (membuat gambar mental buruk yang akan dirubah,membayangkan perilaku yang akan dirubah,membayangkan sesuatu menjadi lebih baik).

Intelegensi Logis adalah menjadikan sesuatu menjadi berarti, masuk akal atau bisa di pahami. Cara pengembangan:
1. Mengumpulkan bukti,meluangkan waktu untuk memahami.
2. Mengajukan pertanyaan terbuka yang jawabannya lebih dari satu.
3. Melatih teknik matematika baru.

Intelegensi Kreatif adalah kemampuan menemukan gagasan baru dan pemecahannya. Cara melatihnya pusatkan pemecahan masalah yang ingin diselesaikan sebelum tidur, nikmati tidurnya, mimpikan pemecahannya, tuliskan mimpi dan uji.Buat pembalikan dari pemecahan masalah yang ada.

Intelegensi Fisik yaitu intelegensi yang bertugas mengatur aktivitas tubuh internal maupun eksternal. dilatih dengan membiasakan tubuh melakukan hal yang baru, mengatur nafas ketika sedang beraktivitas,menggunakan bahasa tubuh.

Intelegensi Emosional yaitu intelegensi yang terkait dengan perasaan. Jika anda berprofesi guru,konsultan,manager, mediator administrator perlu mengembangkan intelegensi emosional.Dilatih dengan merasakan apa yang dirasakan orang lain,menjalin hubungan baik dengan semua orang,menjadi orang yang disukai,menjadi penengah, mengidentifikasi emosi negatif seperti marah, tetap semangat, mempertahankan ketenangan.pahami pikiran orang lain,nyatakan perasaan dan pikiran anda,pusatkan pada persamaan antara anda dan dia

Misi Mind Power Activation


Tujuan pelatihan MiPA bukan untuk mengajarkan pengetahuan dan keterampilan tetapi untuk menciptakan anak yang seimbang dengan kemampuan yang sangat besar, kaya kreativitas dan kemampuan untuk menggunakan sebagian besar otak. Ini hanya dapat dicapai tanpa stres, dan hubungan antara orang tua dan anak.
Pelatihan seluruh-otak dengan mengembangkan otak kanan dan menghubungkannya ke otak kiri, sehingga kedua sisi otak untuk bekerja sama dalam keseimbangan.Otak kanan adalah belahan lebih penting untuk mempengaruhi kualitas otak kiri. Sebagai contoh, otak kanan memungkinkan anak untuk belajar sadar serta memungkinkan otak untuk dapat secara otomatis memproses sejumlah besar informasi pada kecepatan tinggi sedangkan otak kiri hanya mampu memproses sejumlah kecil informasi pada kecepatan rendah.

"Jika otak dipelihara dengan baik, anak akan mengembangkan visi besar tentang belajar dan dapat menangani tantangan dengan mudah selama sisa hidupnya."

Apa yang harus orangtua lakukan setelah pelatihan ?



Apa yang harus orangtua lakukan setelah pelatihan ?

Orang tua diminta untuk melakukan kegiatan program yang diusulkan berkaitan dengan anak-anak mereka di rumah sehari-hari. pelatihan Brain adalah proses berkesinambungan yang memerlukan perhatian terus menerus oleh orang tua di rumah.

EyeShut Vision bukanlah hasil akhir aktivasi otak tengah





Aktivasi otak sering kali di identikan dengan EyeShut Vision. Banyak dari kita yang menganggap bahwa kemampuan EyeShut Vision adalah hasil akhir dari aktivasi otak. Banyak juga yang tertarik aktivasi otak karena kemampuan EyeShut Vision. Anggapan ini tidak salah seratus persen,
EyeShut Vision sebenarnya bukanlah cara aktivasi otak. Pada kenyataannya juga kita tidak bisa mengaktifkan otak anak kita hanya dengan menutup matanya dengan EyeShut Vision. Kegiatan dengan EyeShut Vision adalah suatu cara agar otak kanan dan otak kiri bekerja secara seimbang pada tahap awal setelah aktivasinya.
Banyak yang menanyakan mengapa kita perlu memakai EyeShut Vision ? Bukankah kita mempunyai mata ? Mengapa karunia Tuhan yang berharga ini kita tidak pergunakan ? Setelah aktivasi otak, anak tidak dianjurkan untuk menghilangkan fungsi matanya. Justru pada kenyataannya anak yang telah diaktivasi otaknya perlu melakukan latihan mata (eye exercise) lebih banyak dari anak yang belum diaktivasi. Mereka dilatih untuk melakukan olah raga otak yang kita sebelumnya tidak pernah lakukan. Justru setelah otak teraktifasi, anak-anak ini dilatih agar dapat memperbaiki fungsi penglihatan mereka. Tidak heran ada beberapa anak yang dapat mengurangi minus dari kacamata mereka. Ada pula yang bahkan tidak perlu memakai kacamata lagi.
EyeShut Vision adalah alat bantu, sama seperti mobil. Mengapa kita memakai mobil, kan kita sebenarnya memiliki kaki? Akan ada banyak argumen dan alasan mengapa kita memakai mobil. Sekarang ini tidak ada yang menyanggah kegunaan dari mobil. Tetapi pada awal perkembangannya ada banyak orang yang tidak mau menggunakan mobil dengan alasan bahwa mereka mempunyai sepasang kaki yang kuat. Tidak salah juga alasan mereka mungkin kita sekarang ini memang terlalu banyak memakai mobil, sudah waktunya kita berlatih menggunakan kaki kita supaya sehat. Sama juga seperti anak-anak yang otaknya diaktifasi, mereka perlu melatih mata mereka.
Anak-anak ini melatih mata mereka dengan latihan khusus, dan melatih otak mereka dengan EyeShut Vision.
EyeShut Vision bukanlah tujuan akhir. Ada banyak keuntungan yang didapat dari aktivasi otak. Peningkatan dari daya ingat, kemampuan untuk mengasihi orang lain, termasuk orang tua, bahkan sampai pada keseimbangan hormon. Masih banyak keuntungan lain yang didapat.
Kemampuan melihat / merasa dengan mempergunakan EyeShut Vision adalah bonus. Misalkan saja anak anda mengalami sesuatu yang tidak baik dan kehilangan penglihatannya, berapa banyak dana dan usaha yang anda akan lakukan untuk mengembalikan salah satu indera penting ini? Dengan kemampuan EyeShut Vision sebelumnya, hal ini dapat dibantu.

" Dengan berpikir positif kita akan menjadi solusi bagi lingkungan "

Struktur otak berhubungan dengan kepribadian





Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal asosiasi psikologi amerika memberikan sebuah fakta ilmiah mengesankan antara hubungan bentuk otak dan kepribadian
Kepribadian itu beraneka ragam. Sekarang para ilmuan psikologi menemukan kalau ukuran bagian otak tertentu menentukan kepribadian seseorang; sebagai contoh, orang yang hati-hati cenderung memiliki korteks prefrontal lateral yang lebih besar, daerah di otak yang terlibat dalam perencanaan dan perilaku mengendalikan.

Para psikolog telah bekerja keras dan mengatakan kalau kepribadian dapat dibagi menjadi lima faktor, yang disebut Big Five yang diringkas menjadi OCEAN :
Openness (Keterbukaan/Intelektual)
Conscientiousness(Kehati-hatian)
Extraversion (Ekstroversi)
Agreebleness(Kesetujuan)
Neuroticism (Neurotisme)

Colin DeYoung dari University of Minnesota dan rekan-rekannya ingin mengetahui apakah faktor kepribadian ini berkorelasi dengan ukuran struktur di otak.

Untuk studi ini, 116 relawan menjawab sebuah kuesioner untuk menentukan kepribadian mereka, lalu melakukan uji pencitraan otak yang mengukur ukuran relatif berbagai bagian otak. Sebuah program komputer dipakai untuk melipat tiap bagian otak sehingga ukuran relatif berbagai struktur dapat dibandingkan. Beberapa hubungan ditemukan antara ukuran bagian otak tertentu dengan kepribadian. Penelitian ini tampil dalam jurnal Asosiasi sains psikologi, Psychological Science.

Sebagai contoh, “Setiap orang, saya rasa, memahami apa itu ekstroversi (terbuka secara sosial) — orang yang ekstrovert itu suka bicara, sering keluar rumah dan asal,” kata DeYoung. “Mereka lebih senang melakukan hal-hal seperti interaksi sosial, taman bermain atau hampir segalanya, dan mereka juga termotivasi untuk mendapatkan hadiah, yang merupakan sebagian penjelasan mengapa mereka lebih menuntut. “Pencarian hadiah dipandang menjadi faktor utama ekstraversi. Studi sebelumnya telah menemukan bagian otak yang aktif dalam mempertimbangkan hadiah. Maka DeYoung dan koleganya berpendapat kalau daerah tersebut harusnya lebih besar pada orang yang lebih ekstravert. Dan benar juga, mereka menemukan kalau salah satu daerah tersebut, korteks orbitofrontal medial — sedikit di atas dan dibelakang mata — lebih besar secara signifikan pada subjek studi yang sangat ekstravert.

Studi yang sama menemukan asosiasi yang sama pada kehati-hatian, yang berkaitan dengan perencanaan; neurotisme, kecenderungan untuk mengalami emosi negatif yang berkaitan dengan sensitivitas terhadap ancaman dan hukuman; dan kesetujuan, yang terkait dengan bagian otak yang memungkinkan kita memahami emosi, niat dan keadaan mental orang lain. Hanya keterbukaan/intelektual yang tidak berhubungan jelas dengan struktur otak yang diprediksi.

“Ini mulai mengindikasikan kalau kita dapat sesungguhnya menemukan sistem biologi yang bertanggung jawab atas pola perilaku dan pengalaman kompleks yang membuat orang menjadi individual,” kata DeYoung. Ia menunjukkan kalau ini tidak berarti kalau kepribadian anda tetap sejak lahir; otak terus tumbuh dan berubah saat ia tumbuh. Pengalaman merubah otak saat ia berkembang, dan perubahan di otak tersebut dapat merubah kepribadian

Download penelitiannya disini

EyeShut Vision



EyeShut Vision
Kemampuan melihat dengan mata tertutup adalah salah satu kelebihan lain yang didapatkan ketika otak tengah telah aktif dan telah di optimalkan pada putra putri anda, EyeShut Vision salah satu yang bisa dibuktikan kepada para orang tua , bahwa ternyata putra putri andapun mampu melakukan hal-hal yang lebih Fenomenal seperti itu.

* Apakah manfaat mengikuti Metode "EyeShut Vision" ?
Sebagian besar anak-anak mengalami peningkatan dalam ingatan, konsentrasi, kreativitas, persepsi dan stabilitas emosi.Ketika mereka tumbuh, hormonnya akan seimbang dan memiliki kesehatan yang baik.

* Apa peranan orang tua dalam ''EyeShut Vision'' ?
Orang tua harus mengarahkan dan mendorong anak-anak mereka untuk latihan selama 10-15 menit tiap hari. Mereka harus positif, mendorong dan melakukan latihan untuk waktu yang menyenangkan bersama. Kebahagiaan merupakan kunci untuk pengaktifan otak. Ini penting untuk dicatat bahwa anak-anak mereka telah latihan sebelum belajar. Latihan EyeShut Vision akan menjadi kegiatan sepanjang hidup sebab ini jalan menuju genius.


Metode kegiatan improvement yang diajarakan tingkat dasar

1. Relaksasi
2. Brain Gym
3. Permainan untuk merangsang otak
4. Pemetaan pikisan (mind map)
5. Melatih daya ingat
6. Melatih konsentrasi
7. Motivasi & pemikiran positif
8. Pengenalan Jati Diri
9. Teknik mengenali warna,gambar,dan tulisan dengan mata tertutup
10. Pelatihan dan Briefing Orang Tua

Manfaat dan hasil improvement yang dicapai

1. Dapat membedakan warna dengan metode EyeShut Vision
2. Dapat membaca dengan metode mata tertutup
3. Meninggkatkan kreativitas, intelligence
4. Meningkatkan konsentrasi dan daya pikir
5. Meningkatkan kecerdasan intelektual ( IQ )
6. Meningkatkan Kecerdasan Emosional ( EQ )
7. Meningkatkan Kecerdasan Sosial ( EQ )
8. Menguasai 105 kata benda dengan acak ( mind Map)
9. Dapat menguasai bacaan dengan cepat, Speed reading

“METODE BELAJAR MENUTUP MATA” & “METODE BELAJAR WHOLE-BRAIN”



Nama “Metode Belajar Menutup Mata” diambil dari sebuah fenomena yang dapat dihasilkan setelah mid-brain diaktifkan. Berarti bahwa anak tersebut dapat belajar dengan menutup mata. Tetapi bila ditambah sebuah kata “metode”, maka artinya sama sekali berbeda. “Metode Belajar Menutup Mata” memberikan kesan yang salah bagi banyak orang, bahkan ada beberapa yang salah mengartikan. Banyak orang tua menanyakan bahwa anak memiliki mata kenapa tidak digunakan malahan belajar sambil menutup mata? sepertinya agak melawan alam atau aliran sesat. Arti yang dimaksudkan metode belajar menutup mata adalah manusia dapat melihat dengan otaknya bahkan kemampuan melihat menggunakan otak dapat melebihi kemampuan melihat dangan menggunakan mata.
Sebenarnya, tujuan akhir setelah whole-brain diaktifkan bukanlah meminta anak untuk belajar sambil menutup mata atau memejamkan mata dalam menjalani hidup, tetapi membantu anak-anak memasuki kondisi terbimbing whole-brain. Sehingga mereka dapat secara seimbang menggunakan otak kanan dan otak kiri serta mengembangkan potensi terbesar dari daya otak mereka. Memejamkan mata membantu anak memasuki interbrain. Setelah terbiasa menggunakannya, tidak perlu menutup mata juga dapat menggunakan whole-brain. Yaitu dengan membuka mata juga dapat mengembangkan keseimbangan otak kanan dan otak kiri, sehingga otak kanan dan otak kiri berkembang secara seimbang.

LANGKAH PERKEMBANGAN POTENSI OTAK

Langkah aktivasi whole-brain secara sederhana dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu masa kestabilan awal dan masa pendalaman perkembangan.

1. Masa Kestabilan Awal

Setelah mengikuti pelajaran selama satu setengah hari, mid-brain anak akan teraktivasi. Anak dapat merasa sangat gembira juga sangat menarik karena memiliki kemampuan yang berbeda dengan temannya. Para orang tua juga dapat merasakan perkembangan kemampuan anaknya sehingga merasa bangga. Sangat bersemangat karena ini merupakan penemuan yang baru. Tetapi, ini hanyalah titik awal. Anak-anak dapat melupakan bagaimana mereka memasuki kondisi jalannya whole-brain.Lama-kelamaan, sanggup menjadikan whole-brain kembali dalam kondisi tertidur dan “tidak melihat”. Jadi, memerlukan latihan setiap hari hingga stabil. Yang dimaksud dengan stabil adalah anak-anak dapat sewaktu-waktu melakukan menutup mata sambil mengenal warna, mengenal huruf, membaca, mengenali benda-benda dan lain sebagainya.

2. Masa Pendalaman

Banyak orang tua berhenti bila mencapai masa stabil. Karena mereka tidak mengetahui bahwa anak masih memiliki potensi yang menunggu untuk dikembangkan. Seorang anak yang benar-benar menggunakan whole-brain memiliki karakter yang seimbang, hubungan antar manusia yang baik, suka menolong orang, pandai bergaul, prestasi belajar menonjol dan lain sebagainya. Dan mereka juga dapat menggunakan kemampuan “Extra Sensory Perception / ESP”. Misalkan, mereka dapat memprediksi cuaca besok pagi sehingga dapat merencanakan bagaimana bila keluar rumah.

Potensi ini memerlukan latihan penggunaan whole-brain yang terus-menerus dari anak, menutup mata adalah melatih kemampuan dasar menembus pandang, sampai tidak perlu lagi menutup mata, sampi membuka mata memiliki kemampuan menembus pandang, hingga mencapai indera extra sensory. Pada akhirnya memasuki target dominasi dengan whole-brain, memulihkan potensi awal yang seharusnya dimiliki umat manusia. Inilah yang disebut dengan talenta, sehingga mereka berubah menjadi manusia baru dalam jaman modern ini.

BAGAIMANAKAH WHOLE-BRAIN DIAKTIFKAN?

Di masyarakat terdapat berbagai metode dalam mengaktifkan whole-brain, masing-masing metode memiliki hasil yang berbeda-beda. “MiPA” telah melakukan penelitian terhadap janin yang sejak dalam kandungan sering didengarkan dan distimulasi dengan menggunakan musik “Mozart”. Maka menyebutkan bahwa setelah bayi lahir, bayi lebih cerdas serta lebih cepat belajar dibanding dengan bayi lainnya. Dengan dasar ini “MiPA” menggunakan teknologi komputer yang modern, mengaktifkan whole-brain melalui kolaborasi antara musik dan audio visual.

Untuk mengaktifkan whole-brain anak-anak sangat berbeda dengan mengaktifkan whole-brain bayi dalam kandungan. Jelas struktur otak mereka sudah mengalami perkembangan. Oleh karena itu untuk mengaktifkan whole-brain anak-anak yang berusia 5-15 tahun dibutuhkan musik yang lebih kuat dibandingkan musik MOZART. Yang lebih membanggakan adalah metode yang digunakan oleh “MiPA” memiliki tingkat keberhasilan mencapai 70-80%.

PERBEDAAN DASAR FUNGSI OTAK KANAN & KIRI


Dunia medis di jaman dahulu menganggap bahwa perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri tidaklah besar. Namun, pada saat ini, perbedaan fungsi otak kanan dan otak kiri tidak hanya menjadi pengetahuan yang diakui bersama oleh para praktisi medis pada umumnya, tetapi juga menjadi sebuah cabang ilmu pengetahuan yang khusus diteliti.

Fungsi otak kiri adalah untuk berpikir nalar, analisa, kemampuan berbahasa dan kemampuan menghitung. Dapat dikatakan juga bertanggung jawab terhadap IQ seseorang. Seseorang dengan kecenderungan otak kiri yang lebih dominan lebih egois, mementingkan diri sendiri, mudah iri hati, sombong dan lain sebagainya. Otak kanan bertanggung jawab dalam emosi, daya intuisi, daya kreasi, kesenian, kemampuan refleksi, daya ingat, dan kepribadian. Dapat juga dikatakan bertanggung jawab terhadap emosi (EQ). Seseorang dengan kecenderungan otak kanan yang lebih dominan dapat lebih berperasaan serta kemampuan manajerialnya kurang.

Pendidikan saat ini kebanyakan lebih mengutamakan penggunaan otak kiri. Sehingga mengakibatkan banyak orang tidak percaya adanya indera intuisi, daya prediksi dan kemampuan perspektif yang merupakan gejala umum dimana fungsi otak kanan tertekan oleh otak kiri. Tetapi, setelah mid-brain diaktifkan, fungsi dari otak kanan dan otak kiri dapat berjalan secara seimbang. Otak kiri tidak lagi menekan otak kanan. Kemampuan prediksi, daya ingat, kesenian dan kemampuan refleks tidak hanya menjadi berkembang, tetapi kemampuan manajerial dan pemahaman mereka juga dapat terpelihara. Orang seperti ini akan lebih memiliki rasa cinta kasih, lebih mencintai orang tua sendiri, termasuk orang yang lebih tua, memiliki kecerdasan dan kerukunan. Memulihkan potensi awal yang semestinya dimiliki oleh umat manusia.

PENGENALAN “WHOLE-BRAIN”(SELURUH OTAK)



Baru-baru ini di masyarakat terjadi fenomena yang membuat orang merasa ingin tahu dan gelisah. Yaitu beberapa anak setelah melalui suatu pelajaran dan pelatihan khusus, dapat melihat benda sambil menutup mata, membaca tulisan dan lain sebagainya. Sehingga membuat banyak orang merasa bingung dan menimbulkan berbagai macam reaksi, ada yang sangat gembira, ada yang menganggap sebagai aliran sesat dan ada juga yang menganggap sejenis tipu muslihat baru untuk menipu banyak orang. Apakah sebenarnya yang terjadi?. Apabila merupakan suatu motif penipuan, mengapa tidak ada orang yang menguaknya? Apabila benar-benar merupakan pengembangan daya otak, mengapa dengan menutup mata dapat melihat benda? melihat benda tidak menggunakan mata bukankah sebuah fenomena yang menyesatkan?

Dibalik fenomena ini, yang sebenarnya terjadi adalah. Para ahli teknologi ilmiah komputer Amerika serta ahli dari Asosiasi Spesialis Komputer Inggris (MACP) dan juga Pelatih serta Pelaksana Senior Sertifikasi Program Bahasa Internasional. Telah melakukan pengembangan Melalui penelitian lebih dari sepuluh tahun, mereka berhasil menggunakan teknologi komputer untuk membangkitkan fungsi potensial dari otak manusia.

Penelitian mereka dikhususkan untuk memperhatikan fungsi dari whole-brain yang terletak ditengah-tengah otak kiri dan otak kanan. Fungsi dari whole-brain adalah sebagai jembatan antara otak kiri dengan otak kanan. Dalam kondisi tertidur, interbrain manusia tidak dapat berkembang secara maksimal. Oleh karenanya, fungsi interaktif antara otak kiri dan otak kanan mengalami keterbatasan. Saat ini, banyak ahli meneliti bagaimana membantu keseimbangan operasional otak kanan dan otak kiri. Dari penelitian selama 25 tahun terakhir, terdapat 15 orang yang memperoleh hadiah Nobel dari penelitian terhadap daya otak. Dalam pelatihan dilakukan berbagai pelajaran yang berbeda. Seperti mental-aritmatik, pengembangan seluruh otak dan lain sebagainya. Yang mana beberapa hal tersebut merupakan hasil dari penelitian. Semua bertujuan untuk membantu menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri serta menggali potensi daya otak, yang mana hasilnya berbeda-beda.

Melalui penggabungan ilmu psikologi, teknik kegeniusan mutakhir, neurolinguistik, ilmu komunikasi, ilmu tingkah laku serta menggunakan teknologi komputer ilmiah mutakhir, telah memunculkan suatu metode yang sangat berbeda dengan lainnya. Hanya dalam waktu yang sangat pendek yaitu satu setengah hari saja, midbrain anak-anak sudah dapat teraktivasi. Hal ini merupakan sebuah prestasi yang dikagumi oleh banyak orang di luar dan di dalam negeri dan juga merupakan kehormatan bagi umat manusia modern. Umumnya, setelah midbrain diaktifkan, daya ingat mereka dapat meningkat, daya konsentrasi membaik, daya kreasi bertambah, gerakan kinetik juga menjadi lebih baik, hormon menjadi seimbang, serta emosi menjadi lebih stabil. Aktivasi ini sangat jelas terlihat hasilnya bagi anak hiperaktif maupun anak dengan daya ingat yang lemah.

Dengan menggunakan teknik “Mind Power Activation ( MiPA )”, pelatihan ini dinamakan dengan “Metode Belajar Whole-brain”. Berdasarkan penjelasan para ahli, setelah whole-brain diaktifkan, whole-brain akan dapat mengeluarkan gelombang otak untuk merasakan dan bereaksi terhadap benda-benda diluar. Dapat dikatakan juga bahwa dengan menutup mata, masih dapat mengenali benda, huruf, warna dan lain sebagainya. Jadi, dengan pelatihan selama satu setengah hari menggunakan teknik “MiPA”, anak dapat melihat dengan keadaan mata tertutup.